top of page

Mobil Baru Masih Butuh Inreyen?


perlukah inreyen mobil baru dilakukan? ini faktanya

Inreyen merupakan langkah-langkah untuk menyesuaikan komponen dalam mesin yang baru bergerak dan mulai menerima beban diperlukan. Tujuannya adalah agar setiap komponen mesin dapat menyesuaikan secara optimal satu sama lain. Ada beberapa pihak yang berpendapat jika mobil keluaran terbaru tidak perlu dilakukan inreyen, namun beberapa pihak juga menilai jika kegiatan ini tetap perlu dilakukan.


Namun, dalam era teknologi yang berkembang pesat seperti sekarang, apakah proses inreyen mobil masih perlu untuk dilakukan? Jawabannya tetap perlu dilakukan meskipun tidak seketat mobil tua.


Manfaat Inreyen


Hampir setiap produsen mobil menyediakan manual pengguna yang menjelaskan cara pengoperasian kendaraan sejak diterima pertama kali. Meskipun teknologi terus berkembang dengan cepat dalam hal desain, teknik, dan manufaktur, proses inreyen tetap menjadi hal yang penting.


Inreyen dilakukan agar komponen yang ada pada mesin bisa saling bergesekan secara halus. Langkah ini dapat meminimalisir risiko kebocoran dan benturan kasar antar komponen saat mesin masih baru. Ini juga sekaligus investasi usia mesin kendaraan yang artinya untuk mendapat kinerja terbaik dan umur layanan yang panjang dari mobil, dimana inreyen perlu dilakukan sesuai prosedur.


Ketika pemilik mobil melakukan inreyen, tentu akan berdampak pada kesehatan mobil dalam jangka panjang Seperti penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, mengurangi penggunaan oli mesin tanpa kehilangan akibat penguapan, meningkatkan transfer tenaga secara optimal, dan memperpanjang umur mesin. Selain itu umur pakai komponen mesin yang lebih lama mengurangi pengeluaran untuk penggantian suku cadang, sehingga uang tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.


Melakukan inreyen mobil baru yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan kinerja optimal di masa depan. Salah satu kunci utamanya adalah menghindari kecepatan tinggi dan putaran mesin yang tinggi. Disarankan untuk menjaga kecepatan di bawah 100 km/jam atau 5.000 rpm. Selain itu, perhatikan juga perpindahan transmisi dengan mengoperasikannya secara normal, hindari akselerasi berlebihan, dan perpindahan gigi yang kasar.


Penting juga untuk menghindari pengereman mendadak, memberi waktu bagi sistem pengereman dan ban untuk menyesuaikan. Setelah mencapai 1.000 km, disarankan untuk mengganti oli mesin untuk menghilangkan ampas besi dari mesin. Dengan melakukan langkah-langkah ini, mobil baru akan siap untuk memberikan kinerja optimal di masa mendatang.




Follow Tunas Daihatsu Official Socials:


Instagram: @tunas.daihatsu

21 views0 comments

Comments


bottom of page