top of page

Kenali Gejala Kerusakan pada Kaki-kaki Mobil dari Bunyinya

  • tunasdigital2
  • 1 day ago
  • 5 min read

Pernah mendengar bunyi aneh dari bawah mobil saat berkendara? Bunyi "kletek-kletek", "dug-dug", atau gemuruh yang tiba-tiba muncul sering kali membuat was-was saat mengemudi. Bunyi tersebut merupakan tanda bahwa kaki-kaki mobil sedang bermasalah. Hal ini bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan sangat menyangkut keselamatan berkendara.


Melalui artikel ini, MinTu akan memandu Sahabat mengenali jenis-jenis bunyi pada kaki-kaki mobil, melacak komponen yang kemungkinan aus, menilai tingkat risikonya, hingga memberikan petunjuk kapan Sahabat harus segera menjadwalkan servis.


Apa Itu Kaki-kaki Mobil?

Sebelum membahas jenis bunyinya, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan "kaki-kaki mobil". Istilah ini merujuk pada seluruh rangkaian komponen suspensi dan kemudi yang menghubungkan bodi mobil dengan roda. Komponen utamanya meliputi:

  • Shock absorber (per kejut) – Meredam guncangan dari jalan.

  • Ball joint – Sambungan berbentuk bola yang memungkinkan roda bergerak ke segala arah.

  • Tie rod (inner & outer) – Menghubungkan mekanisme setir ke roda.

  • Bushing / rubber mount – Bantalan karet untuk meredam getaran antar logam.

  • Stabilizer bar & link – Menjaga keseimbangan bodi mobil saat menikung.

  • Bearing roda – Memungkinkan roda berputar dengan mulus tanpa hambatan.

  • CV joint / as kopel – Mentransfer tenaga dari mesin ke roda penggerak.

  • Strut mount – Dudukan bagian atas untuk shock absorber.

Semua komponen di atas bekerja secara berkesinambungan. Jika salah satu bermasalah—baik karena termakan usia maupun sering menerjang jalanan rusak—mobil Sahabat akan "berbicara" melalui bunyi.


Identifikasi Kerusakan dari Jenis Bunyi di Kolong Mobil

Jenis Bunyi

Kondisi Muncul

Komponen yang Dicurigai

Tingkat Urgensi

Kletek-kletek (Metalik)

Melewati jalan rusak/berbatu

Ball joint, bushing

Segera periksa

Dug-dug / Jedug

Melewati jalan berlubang

Shock absorber, strut mount

Segera periksa

Krek-krek (Patah-patah)

Saat menikung atau putar setir

CV joint / as kopel

Berbahaya

Dengung / Gemuruh

Melaju di kecepatan 60–100 km/h

Bearing roda

Berbahaya

Decit / Mencicit

Saat mengerem atau belok pelan

Stabilizer link, bushing

Perhatikan

Ketuk-ketuk Ringan

Melewati jalan tidak rata

Tie rod, rubber mount

Segera periksa


1. Bunyi "Kletek-Kletek" atau "Klonk-Klonk" (Suara Metalik)

Karakteristik Bunyi: Terdengar keras seperti logam beradu dari bawah mobil, terutama saat melewati polisi tidur, jalan berbatu, atau lubang.


Komponen yang Dicurigai:

  • Ball Joint Aus: Saat aus, bola di dalamnya memiliki celah sehingga membentur dinding dudukan saat terjadi guncangan. Gejala tambahan: Setir terasa berat sebelah, mobil menarik ke satu arah, dan ban aus tidak merata.

  • Bushing Suspensi Retak/Kering: Karet yang sudah getas tidak bisa lagi meredam, membuat komponen metal langsung beradu. Gejala tambahan: Getaran terasa sampai ke kabin, bunyi makin parah di cuaca dingin saat karet mengeras.

Seberapa Berbahaya? Ball joint yang benar-benar rusak bisa patah secara tiba-tiba, menyebabkan roda kehilangan kendali dan mobil berisiko terguling. Jangan tunda pemeriksaan jika bunyi ini sering muncul.


2. Bunyi "Dug-Dug" atau "Gluduk" (Seperti Ada yang Melompat)

Karakteristik Bunyi: Bunyi benturan tumpul, seolah ada benda yang naik-turun bebas membentur bodi mobil. Terasa sangat jelas saat melewati lubang atau jalan bergelombang.


Komponen yang Dicurigai:

  • Shock Absorber Bocor / Mati: Shock yang mati tidak bisa mengontrol pantulan per, sehingga roda memantul bebas. Cara cek: Tekan bodi mobil tepat di atas ban ke bawah lalu lepas. Jika bodi mengayun lebih dari sekali, shock perlu diperiksa. Gejala tambahan: Sahabat bisa melihat cairan seperti oli di bagian tabung shock absorber, menandakan kebocoran.

  • Strut Mount Rusak: Jika bearing di dalam strut mount aus, shock absorber akan goyang saat bekerja dan menimbulkan bunyi jedug.

Seberapa Berbahaya? Meski tidak langsung menyebabkan kecelakaan fatal seketika, shock absorber yang mati sangat memperburuk jarak pengereman dan kestabilan mobil, terutama saat menikung atau mengerem di jalan basah.


3. Bunyi "Krek-Krek" atau "Tek-Tek" Saat Menikung

Karakteristik Bunyi: Bunyi patah-patah atau ketukan berulang yang spesifik muncul saat Sahabat memutar setir, terutama ketika parkir atau bermanuver tajam.


Komponen yang Dicurigai:

  • CV Joint (Constant Velocity Joint) Aus/Rusak: Kerusakan ini sering diawali oleh robeknya karet pelindung (boot) CV joint, membuat pelumas (grease) keluar dan kotoran masuk. Cara cek: Periksa bagian dalam ban depan. Jika ada percikan gemuk hitam di velg atau sekitar as roda, boot kemungkinan sudah robek.

Seberapa Berbahaya? Sangat berbahaya. CV joint yang putus total membuat roda tidak mendapat tenaga dan mobil mogok total. Lebih parahnya, komponen ini bisa putus mendadak saat bermanuver tajam.


4. Bunyi Dengung / Gemuruh (Makin Keras Seiring Kecepatan)

Karakteristik Bunyi: Suara mendengung rendah seperti pesawat terbang yang semakin berisik seiring bertambahnya laju kendaraan. Getaran bunyinya terasa berasal dari as roda, bukan suara tapak ban.


Komponen yang Dicurigai:

  • Bearing Roda Aus: Bola-bola baja di dalam bearing yang sudah tidak presisi akan menimbulkan gesekan kasar. Cara cek: Saat melaju stabil, arahkan setir sedikit ke kiri dan kanan. Jika berbelok ke kiri bunyinya mengeras, bearing roda kiri bermasalah (dan sebaliknya).

Seberapa Berbahaya? Ini adalah salah satu kegagalan mekanis paling berbahaya. Bearing yang hancur total saat melaju dalam kecepatan tinggi bisa menyebabkan roda terkunci atau bahkan terlepas dari as kendaraan.


5. Bunyi Decit Seperti Karet Bergesekan

Karakteristik Bunyi: Bunyi melengking ringan atau mencicit. Biasanya muncul saat menikung pelan, melewati polisi tidur, atau saat mobil pertama kali mulai bergerak.


Komponen yang Dicurigai:

  • Stabilizer Link Aus: Ball joint kecil pada stabilizer link yang kering akan berdecit saat suspensi bekerja. Gejala tambahan: Mobil terasa lebih oleng (body roll) saat menikung.

  • Bushing Kering: Karet suspensi yang kehilangan pelumas alaminya. Kadang bunyinya hilang sendiri setelah mobil dipakai agak lama karena karet memuai terkena panas mesin.

Seberapa Berbahaya? Tergolong kerusakan paling ringan. Namun, jangan dibiarkan karena komponen yang bergesekan tanpa pelumas akan cepat hancur dan merembet ke komponen di sekitarnya.


6. Bunyi "Ketuk-Ketuk" Ringan di Jalan Tidak Rata

Karakteristik Bunyi: Ketukan beruntun yang tidak sekeras bunyi klonk, biasanya terdengar saat mobil melintasi jalan berkerikil atau bergelombang ringan.


Komponen yang Dicurigai:

  • Tie Rod Aus: Ujung tie rod yang oblak memiliki celah kelonggaran sehingga mengetuk dudukan saat roda bergetar. Gejala tambahan: Setir terasa "kosong" (ada jeda sebelum roda berbelok) dan sudut roda gampang berubah.

  • Rubber Mount Mengeras: Bantalan karet yang sudah keras (mati) kehilangan kemampuannya meredam getaran minor.

Seberapa Berbahaya? Tie rod aus harus segera diganti karena berhubungan langsung dengan akurasi kemudi. Mobil akan sulit dikendalikan dan berisiko membuang arah dengan sendirinya di kecepatan tinggi.


Kapan Harus Segera ke Bengkel?

Tandai kondisi ini sebagai darurat, jangan tunda kunjungan Sahabat ke bengkel jika menemukan tanda berikut:

  • Bunyi aneh disertai dengan setir yang bergetar hebat.

  • Mobil tiba-tiba menarik ke satu sisi saat dikendarai lurus atau saat mengerem.

  • Bunyi benturan keras yang mendadak muncul padahal sebelumnya normal.

  • Setir terasa sangat longgar atau ada jeda yang jauh sebelum roda merespons.

  • Bunyi dengung bearing roda yang makin bising dari hari ke hari.

Estimasi Biaya Perbaikan: Biaya servis sangat bervariasi bergantung pada komponen mana yang rusak, umumnya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000 per komponen. Namun, jika Sahabat berniat meremajakan seluruh bagian kaki-kaki secara total (termasuk mengganti shockbreaker) pada mobil sejenis MPV, siapkan anggaran sekitar Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000.

Tips Merawat Kaki-Kaki Mobil Agar Awet

  • Lakukan Spooring & Balancing Rutin: Lakukan setiap 10.000 km atau setelah Sahabat menghantam lubang yang cukup dalam.

  • Hindari Menghantam Lubang: Kurangi kecepatan saat jalanan rusak. Satu benturan keras di kecepatan tinggi bisa langsung merusak ball joint atau velg.

  • Cek Tekanan Angin Ban: Ban yang sering kurang angin akan memperbesar beban kerja suspensi secara drastis.

  • Servis Berkala: Minta mekanik andalan di bengkel resmi untuk selalu mengecek kondisi karet-karet bushing dan boot CV joint setiap kali perawatan rutin.

  • Dengarkan Mobil Sahabat: Bunyi aneh sekecil apa pun yang terjadi secara konsisten adalah tanda awal kerusakan.


Kaki-kaki mobil yang bermasalah sering kali tidak langsung terasa parah. Kerusakan fatal umumnya dimulai dari bunyi-bunyi kecil yang diabaikan dan memburuk seiring berjalannya waktu. Memahami arti dari setiap bunyi akan membantu Sahabat mengambil keputusan yang tepat: mana masalah yang sekadar mengganggu kenyamanan, dan mana yang berpotensi mengancam nyawa.


Aturan sederhananya: Jika sebuah bunyi sudah mulai memengaruhi cara mobil berjalan lurus, menikung, atau mengerem, itu bukan sekadar bunyi. Itu adalah sinyal darurat keselamatan. Jika Sahabat mendapati gejala-gejala di atas, segera kunjungi bengkel resmi Tunas Daihatsu terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Comments


bottom of page