top of page

Kebisaan Buruk yang Bikin Mobil Boros BBM

Updated: May 29


beberapa kebiasaan ini sebisa mungkin dihindari supaya mobil kalian tidak boros bbm

Keiritan bahan bakar menjadi faktor penting ketika konsumen membeli mobil karena harga bahan bakar yang semakin tinggi. Saat ini banyak pabrikan yang mengeluarkan varian mobil irit bahan bakar bagi konsumen yang mementingkan efisiensi BBM. Namun sayangnya, mereka justru memiliki kebiasaan mengemudi yang boros. Hal ini membuat keuntungan dari mobil irit BBM menjadi sia-sia. Artikel ini akan membahas beberapa kebiasaan berkendara yang dapat memperburuk konsumsi bahan bakar mobil.


Gaya Mengemudi yang Agresif


Mengemudi agresif dapat diartikan sebagai perilaku mengemudi yang tidak mempertimbangkan kondisi jalanan. Contohnya, saat macet atau banyak lampu merah, pengemudi agresif tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi tanpa memperlambat laju. Adanya baiknya, ketika membutuhkan akselerasi, biasakan untuk menginjak pedal gas secara bertahap. Terapkanlah kebiasaan ini jika mobil ingin menjadi lebih irit.


Muatan Berlebih


Tanpa disadari, banyak pengemudi yang tidak memperhatikan batas muatan kendaraan mereka. Alasannya simpel, selama masih muat, berarti aman. Padahal, kebiasaan ini bisa berakibat fatal pada konsumsi bahan bakar. Beban berlebih memaksa mesin bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini menyebabkan tenaga mesin terhambat, dan berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar yang lebih boros.


Tidak Melakukan Servis Berkala


Sayangnya, masih ada beberapa pemilik mobil yang menghiraukan kebiasaan satu ini. Jika mobil tidak melakukan perawatan secara berkala, membuat mobil jadi lebih rentan terhadap kerusakan, ini termasuk membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Mengingat setiap perawatan berkala selalu ada komponen lama diganti dengan yang baru.


Kurangnya Tekanan Angin


Kondisi jalanan di Indonesia yang buruk dapat mempercepat kerusakan ban dan menurunkan tekanan angin. Ban yang kempes dapat membuat berkendara jadi tidak nyaman dan boros bahan bakar. Selalu perhatikan dan jaga tekanan angin ban sesuai anjuran pabrikan. Periksa tekanan angin minimal seminggu sekali. Isi ulang di SPBU jika tekanan angin pada ban berkurang.


Sahabat, sekarang sudah paham kan apa saja kebiasaan yang dianggap normal ternyata bisa mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Mulai sekarang ubah gaya berkendara kalian supaya mobil tidak terus menerus "jajan" ke SPBU.





Follow Tunas Daihatsu Official Socials:


Instagram: @tunas.daihatsu










22 views0 comments

Commenti


bottom of page