top of page

Waspada Water Hammer: Tips Menghindari Kerusakan Mesin Mobil Saat Banjir


water hammer bisa terjadi jika Sahabat nekat memaksakan mobil berjalan ketika dalam keadaan banjir

Kalau tetap dipaksakan, siap siap kena water hammer loh Sahabat! Hal ini bisa berdampak serius bagi pemilik kendaraan.


Apa itu water hammer?


Beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi, genangan air seringkali menjadi masalah yang signifikan. Keadaan ini menjadi lebih serius ketika tidak ada sistem drainase yang memadai, yang dapat menyebabkan risiko banjir. Situasi semacam ini seringkali terjadi saat berkendara pada kondisi tersebut. Sebelum menghadapi genangan air, penting untuk mempertimbangkan jenis mobil yang Sahabat miliki. Mobil jenis city car atau sedan memiliki clearance yang lebih rendah dibandingkan dengan mobil berjenis MPV dan SUV, yang memiliki ground clearance yang lebih tinggi.


Perbedaan ini mengakibatkan mobil-mobil tersebut memiliki kinerja yang berbeda dalam menghadapi genangan air. Oleh karena itu, perlu berhati-hati ketika melintasi genangan air, terutama jika Anda mengendarai mobil dengan ground clearance yang rendah. Ketika melihat SUV melewati genangan air di tengah kemacetan lalu lintas, hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengukur kedalaman genangan air dan mengantisipasi agar mesin mobil tidak terkena dampak yang merugikan.


Ketika kendaraan melintasi genangan air, ada kemungkinan besar bahwa air tersebut bisa masuk ke dalam knalpot, saluran mesin, dan bahkan ke dalam ruang bahan bakar. Masuknya air ini dapat menyebabkan masalah serius pada mesin dan sistem kelistrikan mobil.


Gejala umum dari masalah ini adalah terdengarnya bunyi blup blup dari mobil dan terasa sulit ketika menginjak pedal gas. Meskipun pedal gas sudah diinjak, mesin mobil tidak merespons dengan baik, membuat kendaraan terasa seperti tidak mau berjalan. Tentu saja, ini bisa menjadi masalah besar terutama saat terjadi di tengah kemacetan atau lalu lintas padat.


Kondisi ini dikenal sebagai water hammer, karena air yang masuk ke dalam sistem mesin seperti 'palu air' yang merusak komponen-komponen vital. Penting untuk memahami water hammer agar dapat menghindarinya atau menangani masalah tersebut dengan benar.


Water hammer terjadi ketika ruang bahan bakar terisi air dan menimbulkan tekanan yang tinggi pada piston. Dampaknya bisa membuat mesin mati secara mendadak dengan suara blup blup sebelumnya. Selain itu, hydrolocking ini juga bisa menyebabkan kerusakan pada piston, bahkan membuatnya bengkok, karena tekanan yang berlebihan akibat air yang masuk ke dalam ruang silinder.


Tips mengatasi hydrolocking


Terkadang, beberapa orang memilih nekat dengan menerjang banjir. Kalau sudah seperti itu pastikan untuk menjaga suplai gas terus mengalir dan menjaga mesin tetap menyala. Meskipun mesin tetap menyala, disarankan untuk tidak mendorong pedal gas terlalu keras agar air yang sudah masuk ke dalam mesin tidak merembes ke bagian lain dari sistem.


Selain itu, langkah ini sangat efektif untuk mencegah air yang masih menggenangi mobil agar tidak masuk lebih dalam ke dalam sistem knalpot. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh air dan menghindari situasi di mana mesin tiba-tiba mati. Tindakan ini kadang-kadang salah dipahami, sehingga banyak orang mengira bahwa menekan pedal gas akan mencegah air masuk.


Jika banyak air yang masuk dan menyebabkan mesin mati, hindari menyalakan mobil secara paksa. Juga, jangan mencoba menghidupkan ulang kendaraan, karena hal ini tentu bisa memperparah kerusakan di sistem bahan bakar. Lebih baiknya, pengemudi dan penumpang segera keluar dari mobil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.


Jika memungkinkan, mintalah bantuan dari orang di sekitar untuk menepikan mobil. Kemudian, putuskan kabel aki untuk mematikan mesin. Ini juga penting untuk mencegah risiko konsleting pada mobil. Water hammer adalah situasi yang harus ditangani dengan hati-hati agar kerusakan tidak semakin parah.


Musim hujan memerlukan kewaspadaan ekstra karena resiko banjir sangat tinggi. Pemilik kendaraan harus lebih berhati-hati, terutama saat melewati genangan air. Resiko hydrolocking sangat besar, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin dan mobil mogok di tengah jalan.


Sahabat! Sebisa mungkin hindari jika terjadi banjir ya, agar mobil kalian tetap awet dan resiko water hammer tidak terjadi.



Follow Tunas Daihatsu Official Socials:

Instagram: @tunas.daihatsu 

TikTok: @tunas.daihatsu 








38 views0 comments

Comentarios


bottom of page