top of page

Bahaya Radiator Kalau Dikasih 'Minum' Air Biasa



Sahabat, pernahkah mengisi radiator mobilnya dengan air mineral atau air mentah?


Lazimnya, radiator diisi menggunakan cairan khusus atau coolant. Air coolant sendiri memiliki bahan utama zat antibeku atau Etilen Glikol yang berfungsi untuk menaikkan titik didih, sehingga coolant dapat menjalankan tugasnya sebagai pendingin suhu mesin.


Proses kerjanya sendiri yakni melalui penyaluran sirkulasi ke dalam sistem dengan menggunakan pompa. Cairan tersebut akan mengalir ke dalam jalur di sekitar silinder blok mesin dan kembali lagi ke thermostat.


Air biasa tidak bisa semaksimal coolant untuk mendinginkan suhu mesin. Selain itu, penggunaan air mentah maupun air mineral juga dapat memberikan banyak dampak negatif pada mesin kendaraan. Antara lain seperti resiko overheat, korosi, hingga penyumbatan radiator karena air biasa tidak memiliki zat antibeku.


Jika sudah terlanjur menggunakan air biasa dan ingin mengganti ke coolant, Sahabat jangan asal langsung mengisi ulang radiator dengan coolant ya. Saat radiator bekerja dengan air biasa, besar kemungkinan pipe water inlet dari water pump telah berkarat. Bagian berkarat tersebut bisa rontok dan bersirkulasi di dalam jika terkena cairan coolant. Maka dari itu penting untuk mengecek keadaan pipe water inlet sebelum mengganti seluruh isi cairannya.


Jangan lupa cek kondisi tangki cadangan radiator juga ya, Sahabat!


Sumber: Gridoto





Follow Tunas Daihatsu Official Socials: Instagram: @tunas.daihatsu TikTok: @tunas.daihatsu Youtube: Tunas Daihatsu Official

Commentaires


bottom of page